Hanya seumur jagung...!!!  Proyek Embung sudah " pecah dan hancur ".

Sampang, Jawapes.co.id -Pekerjaan program proyek embung di dusun Gung delem desa Banjar talelah kecamatan camplong kabupaten Sampang Propinsi Jawa timur ini hanya seumur jagung. Pasalnya, belum genap satu tahun embung ini sudah rusak.

Proyek yang di biayai oleh pemerintah melalui Dinas PU Pengairan Kabupaten Sampang  dengan besar anggaran Rp. 200 juta itu sudah pecah dan hancur. Bahkan parahnya lagi, sisi tebing yang dibangun tahun 2015 itu "mau amblas".

Ketika dikonfirmasi awak media Jawapes Group diruangannya terkait rusaknya embung tersebut, Kepala Dinas PU Pengairan Kab. Sampang Ir. Tony moerdiwanto, M.Si mengatakan, pihaknya sudah memberi surat teguran kepada pihak rekanan dan memerintahkan kepada anak buahnya untuk tidak memakai lagi jasa konsultan dan kontraktor nakal sebagai bentuk punishment kepada pihak penyedia jasa yang tidak kompeten.
 

" segera sikapi itu. Sudah,,,sikat saja para kontraktor nakal yang tidak kompeten itu. Biar tidak nongol lagi. Masih banyak kontraktor lain yang lebih baik " tegasnya.
      Ditempat yang sama, Sri wahyuni selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada proyek embung tersebut berdalih, pecah dan hancurnya plengsengan embung tersebut akibat excavator yang bolak-balik melintasi jalan didekat embung serta kurangnya pemadatan. Padahal berdasar pantauan awak media di lokasi, rusaknya embung tersebut terjadi sebelum excavator bekerja.
    

" Disitu nanti akan dibuat perkuatan guna menahan amblasnya embung. Kerusakan itu akibat excavator yang bolak-balik melintasi jalan itu. Lalu pemadatannya kurang karena pembasahan yang kurang " dalih wanita yang akrab dipanggil yuyun ini.
    
Hal yang mencengangkan ketika yuyun yang juga menjabat Kasi Pemeliharaan pada Dinas PU Pengairan mengakui bahwa semua itu terjadi akibat keteledoran dan kesalahan teknis serta perencanaan.
    

" memang pondasinya kurang dalam. Itu yang menyebabkan amblasnya bibir embung. Lagian pemadatannya kurang. Dan tanpa memakai alat stamper. Secara teknis, memang salah " akunya dengan polos dihadapan Kadis.
    

Rifai selaku Sekjen LSM LASBANDRA menyesalkan keteledoran dari pihak Dinas PU Pengairan tersebut. Dia menilai, seharusnya hal itu tidak perlu terjadi asalkan Pengguna Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) serta PPTK tidak salah dalam menentukan Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas, dan Kontraktor.
    

" kok lucu ya, bisa terjadi kesalahan teknis dalam pelaksanaan proyek itu. Padahal sebelum penentuan siapa konsultan perencananya, disitu ada Presentasi. Lalu kalau sering terjadi hal seperti ini, berapa uang negara yang terbuang. Yang profesional dong... masak kerjanya cuman bisa menghambur-hamburkan uang negara. Payaaah....!!!! " kesalnya.
   

Dia berharap agar Kadis PU Pengairan lebih serius lagi memberikan pembinaan kepada anak buahnya. Dan segera lakukan Punishment kepada pihak konsultan dan kontraktor yang tidak kompeten.
   

" Tolong pak Kadis lebih dibina lagi anak buahnya. Konsultan dan kontraktor mbeling itu jangan dipakai lagi. Biar tidak ditiru oleh yang lain " harapnya.
    
Perlu diketahui, untuk Design/Konsultan perencana pada proyek ini yaitu Tofik asal Surabaya. Sedangkan Rekanan pelaksana yaitu H. Sutam asal Sampang .  (GAS)

About rifai

Adds a short author bio after every single post on your blog. Also, It's mainly a matter of keeping lists of possible information, and then figuring out what is relevant to a particular editor's needs.

Tidak ada komentar:

Leave a Reply


Top